September 14th, 2008 by hege-red
Akhirnya dapet kesempatan juga buat melirik anak-anak ini manggung.
Acara malam itu bertajuk Kisaravaganza (kinda familiar?), ini semacam program yang menginspirasi para remaja untuk lebih bertanggung jawab (or something like that) dan untuk mengumandangkan (seperti para presenter subur nan bahenol yang cuap-cuap di atas panggung) bahwa sudah saatnya publik menghentikan marjinalisme (memandang sebelah mata) terhadap kaum remaja. Mengingat hege masih remaja, hal ini bukan suatu yang mengherankan, remaja memang bisa berkreasi lebih liar dibanding beberapa jenis manusia di muka bumi.
well, langsung saja, ada lima band yang hadir dan beraksi malam itu, tapi yang hege inget (dan terngiang-ngiang sound-nya) cuma dua, yakni DayAfterTheRain dan Discotion Pill (what is this? I am not quite sure, tapi katanya ini band lagi happening banget di pulau dewata)
DayAfterTheRain adalah band indie asal kota denpasar dengan enam personel anak muda yang pengen naik daun, usaha mereka lumayan keras dengan sound alternatif yang easy buat didengerin, dan malam itu hege mendengarnya sendiri.
Lagu pertama mereka (hege tak begitu tahu judulnya) kinda catchy dengan intro panjang yang seketika membawaku ke suasana coldplayish atau keanish (this aint something bad, banyak band-band yang ikut tenar dengan mengambil langkah ini, lihat saja Thirteen Senses, atau bahkan The Fray, I love all of them). lagu pembuka ini cukup menyenangkan, beat-nya kena, meski agak keteteran di opening. Lagu kedua pun asyik, mungkin karena hege sempat mendengar recording version-nya beberapa waktu silam, di panggung bahkan dibawakan dengan lebih atraktif. Lagu ketiga, masih menyenangkan sampai detik terakhir. Over all, aksi panggung DayAfterTherain rasanya lumayan enak untuk dinikmati. Tapi sebagai upaya untuk lebih dikenal publik, rasa-rasanya tak satupun dari lagu-lagu ini cukup komersil untuk telinga orang-orang dalam negeri, mereka mesti lebih banyak bermain dan bereksperimen dalam melodi, tambahan instrumen ajaib lain untuk menambah daya pikat serta keunikan. Meski terinspirasi band-band tenar asal Inggris raya, satu band harus punya tipikal sound sendiri yang menjadi ciri khas, semoga DayAfterTheRain mendapatkannya tak lama lagi, such talented young people, they will get that chance.
Hege
(penikmat musik)
http://www.dayaftertherain.co.cc/
Tags: dayaftertherain, indie band
Posted in Uncategorized | 740 Comments »
January 1st, 2007 by hege-red
Judul Buku : HOZZO Ferres yang Hilang - Genre : Novel Fantasi - Penulis : IBG Wiraga - Ilustrator : Ermambang Bendung W - Tebal : 506 hal. - Penerbit : Liliput, 2005 - ISBN : 9793813032 - Harga : Rp. 60.000,-
Sinopsis: Hege Lood akhirnya membuka tabir yang selama tiga tahun ini menjadi misteri bagi Alan. Perjalanan Alan, Chris, Natta, Phil dengan Sharon dan Elena, ditemani Thor, anjing karakachan dan Spoycow, kucing bertelinga empat yang ternyata mempunyai kembaran. Dipenuhi dengan adegan-adegan menegangkan, kocak dan terkadang ceroboh. Semua bermula saat keluarga Hasson baru kembali ke amerika dengan salah seorang sepupu mereka, Natta, setelah hampir tiga hari berlibur di Bali. Alan yang memiliki hormon keingintahuan yang tinggi, selalu terusik dengan hal-hal ganjil yang tiga tahun belakangan terjadi di sekitarnya. Mulai dari cermin aneh di dalam kamarnya yang menampakkan bayangan hantu mengerikan di setiap malam Hallowen, sampai berita heboh penemuan sosok mengenaskan di hutan pinggir kota, yang tak lain adalah Tn. Dunstan, tetangga sebelah rumahnya. Munculnya kejadian-kejadian aneh dan tak masuk akal kian bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Suatu ketika, Alan dan teman-teman sedang menghadiri pesta ulang tahun seorang sahabat, Sharon, anak gadis seorang jutawan di kota Windfall. Acara itu berakhir kacau oleh serbuan ratusan kecoak. Sedang pada saat yang bersamaan, Alan mendapat telepon misterius dari ayahnya yang menyuruh mereka secepatnya keluar dari dalam gedung. Alan tak sempat menanyakan alasannya kenapa ayahnya berbuat begitu. Ia hanya berpikir mungkin saja kecoak-kecoak itu membawa virus berbahaya bagi manusia yang menyangkut nyawa mereka. Hingga tiba hari di mana mereka akan bertemu dengan alien-alien pendendam Seleorg, hingga reptil Ghaspalonomiz. Bacalah, maka kau akan tahu.
Beberapa Testimonial:
"Membaca buku ini, rasa-rasanya seperti menaiki roller coaster."
-Mama Piyo, penulis buku Pinissi : Petualangan Orang-orang Setinggi Lutut
"Dengan tebal sekitar 500 halaman, buku ini adalah fiksi anak berlatar luar angkasa yang seru."
-Fatma Indriani
"Bagi saya, membaca HOZZO: Ferres yang Hilang ibarat mengunjungi taman hiburan yang di dalamnya berisi wahana-wahana menarik dan menegangkan."
-Rey L
Hozzo merupakan suatu cerita yang memiliki imajinasi yang unik dan menarik
-Rina
"Petualangannya sangat mendebarkan."
-Acen
Baca Reviews selengkapnya di sini
Hozzo Promosite
Posted in Books | 2 Comments »